Sejak tahun pelajaran 2022-2023 SMA Negeri 5 Surabaya menerapkan Kurikulum Merdeka yaitu Kurikulum yang dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam implementasinya, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Karakteristik Utama
- Fokus pada Materi Esensial (Pembelajaran Mendalam)
- Kurikulum ini mengurangi kepadatan materi, sehingga guru memiliki cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam terhadap konsep-konsep inti. Tujuannya adalah agar peserta didik benar-benar menguasai kompetensi dasar, terutama literasi dan numerasi.
- Pengembangan Karakter dan Kompetensi Holistik
- Sangat menekankan pada pembentukan karakter dan kompetensi yang diwujudkan melalui Profil Pelajar Pancasila.
- Profil Pelajar Pancasila mencakup enam dimensi: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia; Berkebinekaan Global; Gotong Royong; Mandiri; Bernalar Kritis; dan Kreatif.
- Pembelajaran Berbasis Projek (P5)
- Mengalokasikan waktu khusus untuk kegiatan kokurikuler berupa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
- Projek ini bersifat interdisipliner dan tidak terikat pada konten mata pelajaran tertentu. Tujuannya adalah mengembangkan soft skills dan karakter peserta didik.
- Fleksibilitas Pembelajaran dan Kurikulum
- Pembelajaran Terdiferensiasi: Guru dapat memilih perangkat ajar dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan potensi, karakteristik, kebutuhan, dan tahap capaian belajar (fase) masing-masing peserta didik.
- Tidak Ada Penjurusan Kaku di SMA: Peserta didik SMA dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan rencana karier mereka.
Prinsip Pembelajaran
Kurikulum Merdeka menerapkan tiga tipe kegiatan pembelajaran:
- Intrakurikuler: Pembelajaran mata pelajaran yang dilakukan secara terdiferensiasi di mana konten dioptimalkan agar peserta didik memiliki waktu cukup untuk mendalami konsep.
- Kokurikuler: Berupa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.
- Ekstrakurikuler: Dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya yang dimiliki satuan pendidikan.
Tujuan
Tujuan utama Kurikulum Merdeka adalah untuk:
- Mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang terjadi, khususnya saat pandemi.
- Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan bekal karakter dan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.
- Meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan kemerdekaan kepada guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar, menjadikan murid sebagai subjek, dan guru sebagai fasilitator.
